Ayataka dan Sokenbicha - SnackQueen
sittirasuna.com
Loading...

Tuesday, January 5, 2021

Ayataka dan Sokenbicha

Ayataka dan Sokenbicha adalah produk teh yang diproduksi oleh Coca Cola Japan.

Ayataka merupakan produk hasil kolaborasi Coca Cola dan Kanbayashi Shunsho Honten, sebuah pengrajin teh dengan sejarah lebih dari 450 tahun yang berasal dari Uji, Kyoto. Sebagai pegawai minimarket di Jepang (konbini), aku melihat kalau Ayataka ini merupakan produk teh dalam botol yang paling banyak dibeli oleh customer konbini.

Di Jepang, ada kata 'nomiyasui' yang artinya adalah 'mudah diminum, mudah ditelan'. Dalam Bahasa Indonesia belum menemukan kata yang cocok, tapi kira-kira ya begitu lah. Ayataka ini menurutku salah satu produk teh dalam botol yang paling nomiyasui karena rasa teh hijaunya ringan, seperti teh segar yang diseduh di rumah. Semacam kalau disuruh minum Ayataka setiap hari, ya bisa.

Sedangkan Sokenbicha adalah produk teh yang mengandung banyak komposisi herbal dan tidak mengandung daun teh. Sokenbicha įˆŊåĨįžŽčŒļ memiliki arti teh yang menyegarkan, sehat, dan membawa kecantikan. Sokenbicha juga mengandung zero sugar, zero kafein, dan zero allergen.

Komposisi Sokenbicha adalah sebagai berikut:
        ♥️ Hatomugi (Job's Tears)
        ♥️ Genmai (Brown rice)
        ♥️ Oomugi (Barley)
        ♥️ Habucha (Cassia tea)
        ♥️ Chiccory
        ♥️ Tsukimisou (White evening primrose)
        ♥️ Nanbankibi (corn)
        ♥️ Oomugi wakaba (young barley ley)
        ♥️ Ashitaba (Tomorrow's leaf)
        ♥️ Tochuu (Eucommia ulmoides)
        ♥️ Yomogi (mugwort)
        ♥️ Quinoa
        ♥️ Mochi rice
        ♥️ Egoma (perilla)
        ♥️ Flaxseed
        ♥️ Rooibos

Aku jadi belajar nama-nama tumbuhan deh. 😂 Sokenbicha menurutku enak tapi tidak se-nomiyasui Ayataka.

Di 7-Eleven Jepang sedang ada promo bertajuk 'puraichi' yang merupakan singkatan dari 'purasu ichi' atau 'plus one'. Jadi setiap minggunya ada promo yang berbeda. Misalnya minggu lalu, kalau membeli produk Ayataka 525 ml atau Sokenbicha 600 ml akan mendapatkan kupon yang bisa ditukarkan dengan Ayataka dan Sokenbicha 950 ml yang bisa ditukarkan mulai hari ini hingga dua minggu ke depan.

Meskipun aku jarang beli Ayataka dan Sokenbicha, sekali dua kali aku memungut struk yang dibuang oleh customer yang membeli produk tersebut. Pada struk ada kuponnya. Aku ngga tahu boleh apa ngga mengambil struk yang sudah dibuang. 😂 Biasanya, aku diamkan sih cuma kadang-kadang kok pengen mungut ya. Lumayan kan, bisa tukar minuman gratis.

Minggu lalu, aku kerja tiap hari tanpa libur dan kalau aku lupa bawa botol minum aku beli Ayataka karena tahu bakal keluar kupon gratis.

Eh, kemarin teman kerjaku di konbini yang bertugas untuk memesan minuman ternyata salah pesan. Dia memesan terlalu banyak Ayataka dan Sokenbicha yang padahal di dalam kulkas konbini tidak ada ruang kosong. Kalau Ayataka mungkin cepat terjual, tapi Sokenbicha sepertinya akan memakan waktu lama untuk terjual semua. Oh ya, dia pesan Ayataka dan Sokenbicha botol tanggung masing-masing 3 box, dan botol ukuran besar juga 3 box. Kemarin ada 216 botol Ayataka dan Sokenbicha yang datang. 

Karena ia sepertinya merasa bersalah, ia meminta istrinya datang ke toko dan membeli 15 botol Sokenbicha. 😂 Kemarin ia menraktirku minuman karena aku harus melayani banyak customer sedangkan ia hanya melayani istrinya yang membeli Sokenbicha 15 botol. Padahal tidak apa-apa tapi dia tetap keukeuh menraktirku minuman. Akhirnya aku pilih Fanta rasa apel.

Anyway. Selain karena kasihan, aku merasa toh tidak ada salahnya aku membantunya membeli beberapa botol Ayataka dan Sokenbicha. Lagian aku bisa minum di rumah dan sedikit menaikkan sales konbiniku yang sepi customer akibat pandemi. Aku akhirnya beli masing-masing tiga botol Ayataka dan Sokenbicha.

Yang botol besar dari kupon yang kutukar hari ini.

Enam kupon serenteng.

Aku cek aku punya 11 kupon gratis dong. Kayaknya dalam dua-tiga minggu ke depan aku hanya minum Ayataka dan Sokenbicha deh. Selain itu, bakal makan McDonald's dari voucher juga.

Ngomong-ngomong Coca Cola Japan, aku pernah ke pabriknya tahun 2019. Kapan-kapan aku tulis di sini.

Share with your friends

6 comments

  1. Wooh. Kaya belom pernah liat. Biasa kalo kesana aku cm beli yg Itoen Oo Ocha. Gara2 packagingnya keliatan meyakinkan mirip2 bambu. Beda si Ayataka sama Oo Ocha apa ya?

    Menarik jg yang Sokenbicha. Gara2 ada tulisan "for beauty" HAHAHAHA

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oi Ocha paling favorit se-Jepang, tapi kalau aku lihat di konbini-ku paling laris Ayataka. Entah karena dari Kyoto. Oi Ocha juga salah satu yang paling nomiyasui tapi aku ngga tahu bedanya, hahaha ngga pernah minum secara barengan.

      Oi Ocha yang koi (lebih pahit) itu favoritkuuu!

      Delete
    2. Oh mungkin kali ya. Hahaha. Boleh dicoba tuh. Aku jg lebih suka yg lebih pait.

      Delete
    3. Cobain deh minum yang pahit. Mana klaimnya bisa membakar lemak.

      Delete
    4. Membakar lemak kalo makan yang lain banyak ya sama aja sih, hahaha.

      Delete

Notification
Food is happiness.
Done